Thursday, November 5, 2015

PRAMUKA sebagai GAYA HIDUP

PRAMUKA hmmm.............
Nama yang sangat identik dengan seragam khasnya yang berwarna cokelat dan dipakai setiap hari jum'at bagi siswa SD, SMP, dan SMA se-derajat. Selain itu, ciri khas yang paling menonjol adalah nuansa tepuk dan nyanyi yang seakan tak guna untuk bergabung dengan wadah pendidikan ini. Sebagian besar orang mengenal Pramuka dengan kegiatan kemah dan menjelajah menyusuri pematang sawah seakan tidak ada kerjaan lain yang lebih berguna. Menumpuk sampah pasca berkemah serta mengecat banyak pohon, tembok, tanah dan semua yang bisa dicat dengan motif tanda silang dan panah dosertai warna yang itu-itu aja. 

Selain itu peraturan Kementiran Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib, membuat dilema besar bagi mereka yang [nggak] suka Pramuka. Entah itu karena memang pendidikan kepramukaan yang benar-benar sangat bermutu bagi pendidikan karakter bangsa, atau malah kekhawatiran besar-besaran bagi Gerakan Pramuka karena telah mulai kehilangan pamornya bagi kaum muda. Sehingga Gerakan Pramuka masih menempati urutan National Scout Organizations dengan jumlah anggota terbanyak di dunia. Itu  masih menjadi tanda tanya besar.

Hal yang paling utama yang saya kritisi sebagai anggota muda di Gerakan Pramuka adalah ketidak percayaan organisasi ini terhadap kadernya sendiri. Atau mungkin memang organisasi ini tidak mampu melahirkan pemimpin bagi organisasinya sendiri. Slogan yang digadang-gadang sebagai organisasi non politik, itu hanya sekedar omong kosong belaka. Pemimpin yang dipilih oleh organisasi ini hanya sekedar untuk mempermudah kepentingan keuangan mereka. Sehingga yang terjadi, pilihlah pemimpin dari kalangan pemerintah agar danan organisasi ini lancar. Jika itu tujuannya apakah organisasi ini tidak syarat dengan intrik politik didalamnya ? Silah anda jawab sendiri.

Terlepas dari semua permasalahan diatas, mari tengok Gerakan Pramuka berdasarkan tujuan pembentukan organisasi ini. Lord Robert Baden Powell of Gilwell pendiri sekaligus penyandang gelar "Bapak Pandu Dunia", mendirikan Gerakan Kepanduan sebagai wadah pendidikan bagi kaum muda. Dalam bukunya yang berjudul Aids to Scouting tertera cerita pengalaman hidupnya yang secara ringakas sebagai berikut :

  • Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya 
  • Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain-lainnya. 
  • Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
  • Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara. 
  • Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
  • Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Dari pengalaman tersebut tampak jelas bahwa banyak sekali pengalaman Baden Powell yang dapat dijadikan sebuah pembelajaran bagi kita. Bagaimana dengan karakternya yang sangat disukai olen teman-temannya serta sifat religiusnya terlepas dari agama apa yang dia anut. Disitulah terletak jalas bahwa pendidikan kepanduan Baden Powell merupakan pendidikan karakter dan etika.

Dalam hal ini kita perlu tahu bahwa menjadi seorang anggota Gerakan Pramuka tidak semudah menjadi anak sekolah yang mengenakan seragam Pramuka. Pramuka sejati adalah orang yang menajalankan hidupnya dengan gaya seorang Pramuka. Bagaimana gaya seorang Pramuka ? silahkan simak satya dan dharma Pramuka,

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
- menepati Dasa Dharma.

Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

Terlihat jelas bahwa janji dan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka tidaklah mudah dijalankan oleh setiap orang. Maka dari itu, jadikanlah Pramuka sebagai gaya hidup bukan sebagai organisasi yang memberatkan anggotannya.

No comments:

Post a Comment