Wednesday, February 10, 2016

METODE PENDIDIKAN YANG TERPUTUS.

Sejarah mencatat banyak sekali ilmuwan-ilmuwan  islam yang muncul pada abad pertengahan. Dalam konteks ini, yang perlu menjadi perhatian bukan kebanggaan kita sebagai umat islam karena pernah memiliki tokoh yang super luar biasa hebat. Melainkan ada sebuah posisi yang sangat unik dan perlu menjadi perhatian utama bagi seluruh umat manusia di dunia. Berikut penulis tampilkan lima dari sekian banyak ilmuwan muslim pada abad pertengahan,
  1. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina / Ibnu Sina / Syeh Al-Rais / Avicenna (986-1037); merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang kedokteran, pengobatan (medicine), fisika, geologi, mineralogi, matematika, astronomi, filsafat, ilmuwan ensiklopedi, psikologi, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
  2. Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Iran, 780 – 850); merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang matematik, astronomi dan geografi.
  3. Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Kindi / Al Kindus ; merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran, ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
  4. Abu Nasir Al-Farabi / Al-Farabius (870-900); 
    merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang
    merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang 
    bidang logika, matematika, etika, filosofi, politik, sosiologi, music, sains.
  5. Ghiyatuddin Abu al-Fatah Omar ibni Ibrahim Al-Nisaburi Khayami / Omar Al-Khayyám (Nishapur, Iran / Persia, 18 Mei 1048 – 4 Desember 1131); 
    merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang
    merupakan seorang ilmuwan muslim yang bergerak dalam bidang 
    sastra, matematika, astronomi.
Dari kelima ilmuwan muslim tersebut, bagi sebagian besar orang merupakan hal yang biasa. Akan tetapi, jika diperhatikan dengan seksama kelima ilmuan tersebut menguasi lebih dari satu bidang disiplin ilmu. Bagaiman itu bisa terjadi ?

Sistem pendidikan dengan metode persekolahan, pertama dikenalkan oleh dunia barat sejak revolusi industri. Pola pendidikan yang seperti ini dicetak oleh mereka dengan tujuan mendapatkan pekerja yang terampil. Akan tetapi, dalam sejarah kelima ilmuan tersebut tidak dikenal sistem pendidikan dalam bentuk sekolah, melainkan seorang tokoh yang dianggap memiliki ilmu yang kompeten untuk dijadikan seorang guru. Sehingga semua orang bebas untuk belajar segala hal yang mereka inginkan. 

Pada zaman sebelum penjajahan, pulau Jawa telah mengenal sistem pendidikan dengan metode pesantren. Dimana metode tersebut berhasil mengubah peradaban jawa kuno yang dahulunya hidup dengan berpatokan pada budaya leluhur, berubah menjadi peradapan yang akulturasi budaya leluhur jawa dan budaya islam. Dalam konteks ini, wali songo bergerak untuk mendidik masyarakat jawa kuno untuk taat dan patuh terhadap ajaran agama islam.

Jika pada zaman dahulu telah terbukti bahwa setiap orang mampu menguasai berbagai disiplin ilmu. Serta menjalankan sebuah sistem pendidikan tanpa harus bangun jam 07.00 pagi sampai siang bahakn sore. Mengapa tidak dipakai pada saat ini ? Seharusnya islam harus mulai sadar, bahwa dalam sejarah mereka memiliki sebuah metode yang lahir secara alamiah dan mampu melahirkan ilmuan yang sangat luar biasa. Setidaknya perlu dilakukan sebuah riset secara mendalam bagaimana sistem pendidikan tersebut berjalan dan melahirkan tokoh multi disiplin ilmu.

No comments:

Post a Comment