Wednesday, January 25, 2017

DIA DAN CERIT[R]A MALAM

Sore kelam akan hujan lebat yang tiada henti menambah kesempurnaan hari yang suram tanpa indahnya mentari terbenam. Dikala mentari sedang terbenam, Fera menatap jendela kamar kost. Seraya berharap si hujan yang kian lebat berhenti seketika tuk memulai aktivitas tertunda di luar sana. Akan tetapi, semesta tak kunjung memberikan restu kepadanya. Terdengarlah suara merdu pertanda panggilan untuk menghadap Sang Maha Kuasa tiba. Dilangkahkanlah kaki menuju kamar mandi untuk mensucikan diri. Ditengah langkah kakinya dia berharap Tuhan memberikan anugerah-Nya untuk semesta berpihak kepadanya. 

Setelah mensucikan diri, Fera menggelar sajadah guna menghadap Yang Maha Pemurah. Dalam rangkaian ibadahnya, terbesit harap dalam hati sebuah do'a penuh harap.

"Ya Rabb... saat ini hamba berharap dengan penuh sangat atas kuasa-Mu yang telah menurunkan anugerah dari langit berupa hujan. Akan tetapi, pada saat ini juga hamba ingin melakukan sebuah aktivitas yang insya-Allah masih dalam jalanMu. Ya Rabb... berilah hamba kesempatan untuk melakukan aktivitas tersebut sebagaimana Engkau, memberikan kesempatan itu, kepada hambaMu yang lain."

Dengan mengusapkan tangan kewajahnya sebagai tanda akhir dari ibadah yang dia lakukan, terdengar suara ketukan pintu dan pangilan salam.

"Assalamu'alaikum, Fera dikamar ?" sahut seseorang dari luar kamar.
"Wa'alaikum salam.., ya sebentar." sahut Fera sambil berjalan untuk membuka pintu.
"Bu Kost, ada apa bu ?"
"Ada tamu di ruang tunggu."

Sambil penuh pertanyaan Fera langkahkan kakinya menuju ruang tamu. Dengan wajah terkejut dan bahagia, tampat seorang pria sedang duduk di ruang tamu. Pria dengan wajah yang tak asing baginya. Dialah Andre, editor naskah novel yang sedang dia garap.

"Assalamu'alaikum... Hai Fera !"
"Wa'alaikumsalam... Loh mas Andre ! Kok kesini, bukannya Fera yang harus ke tempat mas." jawab Fera dengan herannya.
"Ya kebetulan saya ada keperluan dekat sini, kemudian saya ingat kalau kita ada janji ketemu dikantor." 
"Jadi saya putuskan saja ke kostmu, ketimbang kamu kehujanan." lanjutnya.

Akhirnya penantian Fera pada hari itu terjawab. Do'a yang dia panjatkan kepada Maha Pemurah agar dapat memenuhi janjinya bertemu dengan editor bisa terpenuhi. 


Dia - Fera
Seorang mahasiswi semester 5 jurusan Teknik Lingkungan disalah satu perguruan tinggi negeri Surabaya. Fera juga aktif diorganisasi sosial yaitu Sanggar Anak Nusantara. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan anak jalanan. Dalam organisasi ini, posisi Fera sebagai tutor matematika.  Selain itu, Fera suka menulis novel. Sudah lima novel yang telah dia terbitkan sejak dibangku SMA. Saat ini, Fera sibuk sebagai Founder dalam Gerakan Pena Nusantara.


Dibalik hujan dan do'a
Hari yang seharusnya indah lenyap seketika oleh hujan yang tak kunjung berhenti. Janji yang harus dia penuhi dengan seorang editor dimalamnya untuk sebuah novel yang harus terbit tiga bulan mendatang, nyaris tidak tak terpenuhi. Dengan ketulusan do'a yang dia panjatkan kepada Maha Pemuruah. Akhirnya janji yang seharusnya dia penuhi di kantor penerbit, dapat diselesaikan dengan hadirnya Andre kerumahnya.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)



No comments:

Post a Comment