Posts

Translate

ANAK/BURUH PABRIK ?; APAKAH SEKOLAMU MENYENANGKAN ?

Membentuk sekolah sebagai tempat yang menyenangkan Anak atau buruh pabrik ? sebuah pernyataan yang sangat menggelitik bagi beberapa pembaca tulisan ini. Sebelum mengkritik tulisan ini mari kita mengulas sebuah fenomena berikut ini. Pada saat perkembangan dunia pendidikan kita mulai berkembang dengan pesat. Banyak motode pendidikan yang ditawarkan serta ditambah dengan variasi waktu belajar yang cukup menyita waktu bermain anak, bukan menjadikan lembaga pendidikan dimata anak sebagai penjara kehidupan mereka. Seorang pemerhati pendidikan bahkan menyatakan sekolah sebagai panti asuhan. Kita mengenal tiga jenis pendidikan yaitu pendidikan formal, nonformal dan informal. Pada zaman yang serba sibuk ini pendidikan yang dikenal orang adalah pendidikan formal, dengan sekolah sebagai aktor utamanya. Untuk tingkat pendidikan menengah, alokasi waktu yang digunakan sebesar 6,5 jam. Dalam 24 jam waktu yang digunakan seorang anak untuk beraktivitas mulai dari bangun tidur sampai tidur...

TUJUAN MENIKAH

Berawal dari status seorang teman dalam akun facebooknya, menjadikan sebuah inspirasi tersendiri bagi penulis untuk membahas sebuah kegiatan sakral yang banyak dimimpikan oleh seluruh orang didunia. Akan tetapi mereka yang memimpikan tersebut tealah memenuhi beberapa syarat. Adapun syarat-syarat mereka yang telah memimpikan sebuah pernikahan adalah, Memang telah siap menikah dengan segala persiapannya, baik secara lahir maupun batin. Memang sudah kebelet untuk menikah. Karena melakukan perbuatan yang diganjar hukuman harus menikah. berdasarkan syarat-syarat tersebut tentu pembaca lebih berharap pada syarat nomor satu. Karena syarat tersebut dipandang jauh lebih manusiawi dari pada opsi-opsi yang lain. Kembali kepada status facebook teman saya yang isinya sebagai berikut, Menikah itu bukan hal yang harus ditakuti tapi diperjuangkan demi menyempurnakan iman karena kesempurnaan yang akan membawa berkah dan kesuksesan. ‪#‎ ayokapan‬ Menikah memang bukan sebuah proses sa...

PRAMUKA sebagai GAYA HIDUP

PRAMUKA hmmm............. Nama yang sangat identik dengan seragam khasnya yang berwarna cokelat dan dipakai setiap hari jum'at bagi siswa SD, SMP, dan SMA se-derajat. Selain itu, ciri khas yang paling menonjol adalah nuansa tepuk dan nyanyi yang seakan tak guna untuk bergabung dengan wadah pendidikan ini. Sebagian besar orang mengenal Pramuka dengan kegiatan kemah dan menjelajah menyusuri pematang sawah seakan tidak ada kerjaan lain yang lebih berguna. Menumpuk sampah pasca berkemah serta mengecat banyak pohon, tembok, tanah dan semua yang bisa dicat dengan motif tanda silang dan panah dosertai warna yang itu-itu aja.  Selain itu peraturan Kementiran Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib, membuat dilema besar bagi mereka yang [nggak] suka Pramuka. Entah itu karena memang pendidikan kepramukaan yang benar-benar sangat bermutu bagi pendidikan karakter bangsa, atau malah kekhawatiran besar-besaran bagi Gerakan Pramuka karena telah mulai...

HAMPA

Dalam sebuah ruang sempit nan nyaman bergumam suara televisi yang tak terhiraukan Mereka yang sibuk dengan pribadinya dan aku yang bingung untuk menggoreskan pena Disaat itulah hampa terasa........

NASEHAT PEMBIMBING LAPANGAN (Praktek Kerja Lapangan)

" Bukan seberapa besar nilai IP yang seharusnya kamu renungkan melainkan langkah apa yang akan kamu lakukan setelah lulus, dan apa saja yang harus kamu persiapkan. " by Dian Setyo Nugroho ---- " ---- uraianku ---- " ----    Kita mungkin pernah membayangkan sebuah ekspektasi dalam hidup yang sangat berhubungan dengan jenjang sekolah. Kita tahu sewaktu kita berada dalam jenjang pendidikan dasar, kita akan membayangkan indahnya berada dalam pendidikan menengah pertama. Kita akan menjadi pribadi yang menuju sebuah keremajaan muda yang akan mengerti indahnya dunia pembebasan dalam bertindak dan berkeinginan. Akan tetapi kita mengalami sebuah masa yang tidak sesuai ekspektasi kita, sekali lagi kita berkata lebih indah dunia pendidikan menengah atas.    Kita selalu berekspektasi bahwa pendidikan menengah atas adalah jauh lebih indah. Kita membayangkan bahwa dijenjang ini kita akan mengalami sebuah masa remaja dewasa yang akan mengerti benar arti pembebasan d...

Leader atau Manajer apa bedanya ?

Saat ini saya berada dalam sebuah Kekuasaan Tertinggi dalam salah satu organisasi yang saya ikuti. Sebutlah kekuasaan tersebut dengan "musyawarah". Apa itu musyawarah ? musyawarah ini merupakan sesuatu (kata Syahrini) yang spesial. Why ....... ? Karena yang satu ini bisa bikin organisasi saya bubar. heheheheheh......... Yang lucu adalah ketika musyawarah itu dilaksanakan pada agenda pemilihan pimpinan baru. Pemilihan pimpinan baru ditinjau dari segi manajerial. Padahal kita sedang memilih leader bukan manajer. Apa beda dari keduanya ? Dilihat dari segi tugas 1. Leader memiliki tugas untuk menentukan arah dari pengembangan organisasinya serta membangun semangat dari para anggotanya. 2. Manajer memiliki tugas untuk menciptakan sebuah keteraturan dan kepatuhan terhadap keteraturan. Jadi ranah keduanya sangat berbeda, akan tetapi yang lucu kok bisa terjadi ya............... ?

JANJIKU sebagai seorang PANDU

TRISATYA Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh : Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Menepati Dasa Dharma. Sebuah janji suci yang telah kuucapkan tatkala aku meninggalkan masa dimana aku harus meninggalkan sebuah golongan usia pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Janji yang tak lebih dari tiga baris, yang akan menjadi sebuah dasar bagi kehormatanku sebagai seorang Pramuka pandu Indonesia. Janji yang sangat sulit unutk dijalankan sepenuhnya dengan hati sukarela. Akan tetapi apalagi yang dapat aku perbuat guna menunjukaan sebagaimana sebuah kehormatan bagiku, iya itulah aku. By, Nandika Sutjipto, S