Translate

YANG SALAH [DIAJARKAN] PADA MATEMATIKA

Selama ini, kebanyakan dari kita mengenal matematika sebagai ilmu hitung-hitungan atau ilmu yang mempelajari teknik pengolahan angka. Hal ini telah kita terima dan tanpa sadar kita sepakati bersama. Pemahaman seperti ini kita dapatkan dari pengarahan sang pendidik dalam dunia pendidikan kita, baik itu pendidikan formal, non formal bahkan peranan orang tua dalam pendidikan informalpun juga memberikan pemahaman yang sama. Menurut presiden Jancukers dalam presentasinya pada kegiatan TEDx di Bandung dengan judul math: finding harmony in chaos, menjelaskan bahwa matematika merupakan sebuah yang mempelajari mengenai sebuah pola yang terjadi dari sesuatu yang tidak terpola atau menurut beliau matematika adalah kemampuan menangkap pola dari sesuatu yang tidak terpola sebelumnya.

Dengan pengertian matematika yang demikian, dapat dipahami bahwa matematika sangat dekat dengan aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Sebagai contoh bagi masyarakat yang tinggal di daerah jakarta dan surabaya, pasti sangat dekat dengan kondisi macet. Dikarenakan masyarakat surabaya sudah sering berurusan dengan yang namanya macet, maka mereka mengenal pula jam berapa saja terjadi kemacetan pada suatu ruas jalan. Secara sederhana mereka telah mengetahui suatu pola kemacetan pada suatu ruas jalan berdasarkan waktu. Hal tersebut mereka simpulkan berdasarkan suatu data yang mereka peroleh dari pengalaman macet dijalan pada jam-jam tertentu. Sehingga, berdasarkan uraian tersebut mereka telah melakukan suatu perhitungan matematis tanpa mereka sadari.

Dalam bidang seni rupa, contoh paling sederhana mengenai matematika yang dekat dengan aktivitas kita adalah batik. Jika dilhat dengan seksama, batik merupakan sebuah pola yang tidak beraturan tetapi disusun secara teratur. Contoh paling mudah adalah batik parang rusak, motif batik parang rusak hanya berupa pola seperti husuf S yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi indah. Kita mengenal banyak sekali motif batik, disetiap daerah di Indonesia motif batik banyak ragamnya. Akan tetapi, dengan matematika kita mampu menemukan informasi bahwa dari sekitar 200 motif batik yang tersebar diseluruh Indonesia memiliki kesamaan-kesamaan yang mampu dirumuskan secara matematis melalui teori fractal. baca : ( http://news.unpad.ac.id/?p=38074 )

Berikutnya matematika dan puisi. Banyak dari kita menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara matematika dan puisi. Karena puisi merupakan sebuah gagasan rasa yang ungkapkan dalam kata-kata yang indah. Jika kita melihat susunan puisi, kita akan menangkap suatu susunan pola yang dapat dijelaskan secara matematis. Mari kita lihat susunan puisi dari Sutardji Calzoum Bachri tahun 1976 berikut ini,

TAPI
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah!
Jika kita perhatikan sebuah pola dari susunan kata-kata tersebut, kita meilihat sebuah persamaan dasar. Perhatikan kata-kata yang berwarna merah dan biru, kata-kata tersebut diulang berkali-kali pada setiap bait, sehingga dapat kita sebut konstanta. Kemudian pada kata-kata yang berwarna hijau mengalami perubahan secara teratur yang kita sebuat sebagai variabel. Sehingga secara matematis persamaan dari puisi tersebut dapat ditulis ( ax + by) dimana a dan b adalah konstanta dan x dan y adalah variabel.
Sekarang kita buktikan bahwa matematika sangat dekat dengan kita pada bidang politik. Kita mengetahui setiap kegiatan pemilu terdapat lembaga survey yang melaksanakan polling untuk menentukan calon kandidat yang bakal maju menjadi pemimpin. Tapi, yang jelas kita tidak akan membahsa hal itu. Kita tahu bahwa disetiap daerah terdapat golongan pengaruh kuat untuk menentukan pemimpin daerah yang bakal menang dalam dunia pilkada. Sebagai contoh untuk kabupaten di Pulau Madura pengaruh terbesar terdapat pada golongan pesantren. Mak dari itu kita dapat mengetahui suatu pola matematis dengan cara memperhitungkan pengaruh golongan kuat pada pemenangan pilkada berdasarkan jarak terhadap suatu titik acuan.
Sebenarnya masih banyak hal-hal yang ingin penulis uraikan akan tetapi bersamabung dulu ya..........


Comments

  1. Masuk...klo cinta bisa jg d matematika
    Ihihihihi...

    ReplyDelete
  2. Masuk...klo cinta bisa jg d matematika
    Ihihihihi...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Langkah-Langkah Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Menghitung Profit dalam Tender.

TAHAPAN SEBUAH TENDER MELALUI SITUS LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (LPSE) KATEGORI PEKERJAAN KONSTRUKSI

DIBALIK "OUTBOND" PERPUSTAKAAN GHAI' BINTANG